Kabupaten Blora memiliki sejarah panjang yang berkaitan erat dengan kekayaan hutan jati yang melimpah. Hutan bukan hanya sekadar kumpulan pepohonan, melainkan bagian dari identitas kultural dan ekonomi masyarakatnya. Untuk menjaga kelestarian aset berharga ini, SMPN 1 Blora menjalin kolaborasi erat dengan Perhutani dalam meluncurkan sebuah inisiatif hijau yang unik, yaitu Program Reboisasi. Langkah ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran ekologis kepada generasi muda sejak dini, memastikan bahwa hutan-hutan di Blora tetap lestari untuk generasi mendatang melalui tindakan nyata penanaman kembali lahan-lahan yang gundul.
Uniknya, kegiatan penanaman pohon di sekolah ini dikemas dengan pendekatan Berbasis Literasi. Hal ini berarti setiap siswa tidak hanya diwajibkan menanam pohon, tetapi juga harus melakukan riset dan mendokumentasikan pertumbuhan pohon yang mereka tanam dalam bentuk karya tulis, jurnal harian, atau esai ilmiah. Dengan cara ini, siswa belajar mengenai jenis-jenis pohon jati, siklus hidup tanaman, hingga peran hutan dalam menjaga keseimbangan ekosistem global. Literasi lingkungan ini menjadi kunci agar kegiatan menanam tidak berhenti sebagai seremonial belaka, melainkan menjadi proses pembelajaran yang mendalam dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, pihak Perhutani memberikan dukungan penuh berupa penyediaan lahan konsesi untuk area hutan sekolah, bibit pohon berkualitas, hingga tenaga ahli sebagai instruktur lapangan. Para rimbawan profesional mengajari siswa teknik penanaman yang benar, cara perawatan dari serangan hama, hingga pemahaman mengenai aturan hukum perlindungan hutan. Sinergi ini memberikan wawasan baru bagi siswa mengenai profesi di bidang kehutanan dan pentingnya tata kelola hutan yang bertanggung jawab untuk mencegah bencana alam seperti banjir dan tanah longsor di wilayah Blora.
Keterlibatan aktif Program Reboisasi dalam menjaga bumi ini juga diintegrasikan dengan pemanfaatan teknologi digital. Setiap pohon yang ditanam diberikan barcode atau tanda pengenal digital yang terhubung dengan basis data sekolah. Melalui aplikasi khusus, siswa dapat memantau perkembangan tinggi pohon dan diameter batang secara berkala. Data-data yang terkumpul kemudian diolah menjadi laporan literasi yang dipresentasikan di depan kelas. Metode ini sangat efektif untuk meningkatkan minat siswa terhadap sains dan penelitian, sekaligus membangun ikatan emosional antara siswa dengan alam yang mereka rawat.