Kabupaten Blora di Jawa Tengah telah lama diakui sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan arkeologi dan paleontologi yang luar biasa di Indonesia. Tanah kapur yang mendominasi wilayah ini menyimpan rahasia kehidupan jutaan tahun silam dalam bentuk fosil-fosil purba yang terkubur rapat. Untuk menggali potensi tersebut, SMPN 1 Blora memperkenalkan program Paleontologi Dasar kepada para siswanya. Program ini dirancang untuk memperkenalkan dunia prasejarah secara ilmiah sekaligus mengajak siswa berperan aktif dalam menjaga warisan geologi yang ada di tanah kelahiran mereka sendiri.
Dalam kegiatan ini, siswa diajak untuk melakukan ekskursi lapangan ke beberapa titik pengamatan di pegunungan kapur. Di sana, mereka belajar teknik observasi lapangan untuk mengidentifikasi keberadaan fragmen fosil yang mungkin muncul ke permukaan akibat erosi. Fokus dari penjelajahan ini adalah memahami bagaimana Tanah Kapur Blora terbentuk dari sisa-sisa organisme laut purba, yang kemudian terangkat menjadi daratan akibat proses tektonik selama jutaan tahun. Siswa belajar bahwa bumi yang mereka pijak saat ini memiliki sejarah panjang yang terekam dengan jelas dalam lapisan batuan.
Upaya sekolah untuk mengajak siswa agar Jelajahi Jejak Purba ini bukan tanpa alasan. Blora merupakan lokasi penemuan fosil penting, termasuk fosil gajah purba Elephas hysudrindicus. Dengan memberikan dasar-dasar ilmu paleontologi, sekolah ingin menanamkan rasa bangga dan rasa tanggung jawab dalam diri siswa. Mereka diajarkan cara membedakan antara batuan biasa dengan fosil, serta bagaimana prosedur yang benar jika mereka menemukan artefak atau fragmen tulang di alam liar agar tidak rusak dan tetap terjaga nilai ilmiahnya.
Integrasi ilmu pengetahuan alam dalam program ini sangat terasa di SMPN 1 Blora. Siswa tidak hanya belajar tentang biologi makhluk hidup yang sudah punah, tetapi juga tentang geologi dan kimia tanah. Mereka mempelajari proses permineralisasi, yaitu bagaimana mineral dari tanah kapur masuk ke dalam pori-pori tulang dan mengubahnya menjadi batu. Pembelajaran ini memberikan pengalaman sensorik yang luar biasa; menyentuh fosil yang berumur ribuan tahun memberikan koneksi emosional terhadap masa lalu yang tidak bisa didapatkan hanya melalui layar ponsel atau buku teks di perpustakaan.