Fokus utama dari kegiatan literasi ini adalah memperkenalkan keunggulan dari produk farmasi tanpa merek dagang yang sering disediakan oleh pemerintah. Muncul pertanyaan di kalangan awam, apakah benar obat generik murah & ampuh untuk mengatasi berbagai macam keluhan penyakit? Jawabannya adalah ya, karena secara substansi kimiawi, zat aktif yang terkandung di dalamnya sama persis dengan produk bermerek. Perbedaan harga yang cukup signifikan biasanya terjadi karena produk generik tidak memerlukan biaya promosi atau iklan yang besar. Di SMPN 1 Blora, para siswa diberikan simulasi sederhana mengenai bagaimana sistem metabolisme tubuh merespon obat, sehingga mereka memahami bahwa tubuh tidak membedakan kemasan, melainkan menyerap zat berkhasiat yang ada di dalamnya.
Pengetahuan mengenai efisiensi biaya pengobatan ini sangat relevan dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan memilih pengobatan yang lebih terjangkau, masyarakat dapat mengalokasikan anggaran rumah tangga untuk kebutuhan nutrisi lainnya seperti protein hewani atau buah-buahan yang juga mendukung proses penyembuhan. Sekolah berperan aktif dalam memutus mitos bahwa kesehatan adalah barang mewah yang hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu. Edukasi ini juga mencakup cara membaca label dosis dan memahami indikasi serta efek samping secara benar. Kemampuan membaca informasi medis dasar merupakan bagian dari literasi sains yang wajib dikuasai oleh siswa di era informasi saat ini agar tidak mudah tertipu oleh hoaks kesehatan.
Selain aspek biaya, keamanan produk juga menjadi bahasan penting dalam sosialisasi di SMPN 1 Blora. Siswa diajarkan bahwa semua produk kesehatan yang legal harus memiliki izin edar dari otoritas pengawas obat dan makanan. Penggunaan produk obat generik yang didapatkan melalui resep dokter atau fasilitas kesehatan resmi merupakan langkah yang paling aman. Lingkungan sekolah menekankan pentingnya berkonsultasi dengan tenaga ahli seperti apoteker atau dokter sebelum mengonsumsi zat tertentu. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan obat di kalangan remaja yang terkadang mencoba-coba produk kesehatan tanpa pengetahuan yang memadai.